← Back
☸ PĀLI · DHAMMA · THERAVĀDA

Pāli & Dhamma Glossary

Key terms for Dhamma study with concise meanings, explanations, practice context, sources, and related topics.

PĀLI

Dhamma

Skt. Dharma

Ajaran Buddha dan, menurut konteks, juga dapat merujuk pada fenomena atau kenyataan yang dipahami melalui latihan.

PĀLI

Saṅgha

Skt. Saṅgha

Komunitas para bhikkhu dan bhikkhunī; dalam konteks tertentu juga merujuk pada Saṅgha mulia.

PĀLI

Sīla

Skt. Śīla

Latihan perilaku etis dan pengendalian diri yang tidak merugikan.

PĀLI

Samādhi

Skt. Samādhi

Kestabilan dan keterpusatan batin yang dikembangkan melalui latihan.

PĀLI

Paññā

Skt. Prajñā

Kebijaksanaan yang memahami pengalaman secara tepat dan mendukung pelepasan kemelekatan.

PĀLI

Mettā

Skt. Maitrī

Niat baik dan sikap tidak bermusuhan terhadap diri sendiri dan makhluk lain.

PĀLI

Karuṇā

Skt. Karuṇā

Kepekaan terhadap penderitaan disertai kecenderungan untuk tidak menambah penderitaan.

PĀLI

Kamma

Skt. Karma

Perbuatan yang berkaitan dengan kehendak atau niat, beserta konsekuensinya dalam kerangka ajaran Buddhis.

PĀLI

Anicca

Skt. Anitya

Sifat tidak kekal dari hal-hal yang terkondisi.

PĀLI

Dukkha

Skt. Duḥkha

Istilah dengan cakupan dari penderitaan nyata sampai ketidakpuasan atau ketidakstabilan pengalaman terkondisi.

PĀLI

Anattā

Skt. Anātman

Penunjukan bahwa fenomena yang diamati tidak layak dianggap sebagai diri yang tetap dan sepenuhnya dapat dikendalikan.

PĀLI

Nibbāna

Skt. Nirvāṇa

Istilah untuk tujuan pembebasan dalam ajaran Buddha, terkait padamnya keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin.

PĀLI

Sati

Skt. Smṛti

Kemampuan mengingat dan menjaga objek atau kerangka pengamatan secara sadar dalam latihan.

PĀLI

Bhāvanā

Skt. Bhāvanā

Pengembangan atau pembinaan batin; sering digunakan untuk menyebut praktik meditasi.

PĀLI

Dāna

Skt. Dāna

Pemberian atau kemurahan hati yang dilakukan dengan niat memberi.

PĀLI

Upekkhā

Skt. Upekṣā

Keseimbangan batin yang tidak mudah terseret suka atau tidak suka.

PĀLI

Paṭiccasamuppāda

Skt. Pratītyasamutpāda

Prinsip kemunculan bergantungan: kondisi tertentu menopang munculnya fenomena tertentu.

PĀLI

Magga

Skt. Mārga

Jalan atau praktik menuju berakhirnya dukkha; dalam Empat Kebenaran Mulia merujuk pada Jalan Mulia Berunsur Delapan.