Pāli & Dhamma Glossary
Key terms for Dhamma study with concise meanings, explanations, practice context, sources, and related topics.
Dhamma
Skt. DharmaAjaran Buddha dan, menurut konteks, juga dapat merujuk pada fenomena atau kenyataan yang dipahami melalui latihan.
PĀLISaṅgha
Skt. SaṅghaKomunitas para bhikkhu dan bhikkhunī; dalam konteks tertentu juga merujuk pada Saṅgha mulia.
PĀLISīla
Skt. ŚīlaLatihan perilaku etis dan pengendalian diri yang tidak merugikan.
PĀLISamādhi
Skt. SamādhiKestabilan dan keterpusatan batin yang dikembangkan melalui latihan.
PĀLIPaññā
Skt. PrajñāKebijaksanaan yang memahami pengalaman secara tepat dan mendukung pelepasan kemelekatan.
PĀLIMettā
Skt. MaitrīNiat baik dan sikap tidak bermusuhan terhadap diri sendiri dan makhluk lain.
PĀLIKaruṇā
Skt. KaruṇāKepekaan terhadap penderitaan disertai kecenderungan untuk tidak menambah penderitaan.
PĀLIKamma
Skt. KarmaPerbuatan yang berkaitan dengan kehendak atau niat, beserta konsekuensinya dalam kerangka ajaran Buddhis.
PĀLIAnicca
Skt. AnityaSifat tidak kekal dari hal-hal yang terkondisi.
PĀLIDukkha
Skt. DuḥkhaIstilah dengan cakupan dari penderitaan nyata sampai ketidakpuasan atau ketidakstabilan pengalaman terkondisi.
PĀLIAnattā
Skt. AnātmanPenunjukan bahwa fenomena yang diamati tidak layak dianggap sebagai diri yang tetap dan sepenuhnya dapat dikendalikan.
PĀLINibbāna
Skt. NirvāṇaIstilah untuk tujuan pembebasan dalam ajaran Buddha, terkait padamnya keserakahan, kebencian, dan kebodohan batin.
PĀLISati
Skt. SmṛtiKemampuan mengingat dan menjaga objek atau kerangka pengamatan secara sadar dalam latihan.
PĀLIBhāvanā
Skt. BhāvanāPengembangan atau pembinaan batin; sering digunakan untuk menyebut praktik meditasi.
PĀLIDāna
Skt. DānaPemberian atau kemurahan hati yang dilakukan dengan niat memberi.
PĀLIUpekkhā
Skt. UpekṣāKeseimbangan batin yang tidak mudah terseret suka atau tidak suka.
PĀLIPaṭiccasamuppāda
Skt. PratītyasamutpādaPrinsip kemunculan bergantungan: kondisi tertentu menopang munculnya fenomena tertentu.
PĀLIMagga
Skt. MārgaJalan atau praktik menuju berakhirnya dukkha; dalam Empat Kebenaran Mulia merujuk pada Jalan Mulia Berunsur Delapan.